" BERANGKAT NGAJI "

Simbok mengantarku berangkat ngaji
ke langgar desa tiap senja hari
Saat itu aku sudah mulai bisa membaca
aksara latin tanpa harus mengeja
Menyelesaikan hitungan penjumlahan
serta pengulangan sepulang sekolah

"Nak, 
kamu harus punya kesadaran sendiri
bahwa Tuhan benarbenar menciptakan"

Simbok memintaku tetap berangkat ngaji
ke langgar desa tiap senja hari
Padahal saat itu aku sedang belajar
bermacammacam ilmu pengetahuan
Baik ilmu pasti atau ilmu bumi di sekolah


"Nak,
dengan memahami ilmu Tuhan
pandangan matamu akan mampu memilah
mana kebenaran, mana kepalsuan"


Simbok selalu tampak berkacakaca
selesai mendengar aku ngaji sendiri
menjelang malam hari di rumah
Saat itu aku telah beranjak dewasa
Berjalan menantang gelombang samudra
Berhasrat menyibak rahasia angkasa
Mencari makna sebuah cahaya


"Nak, 
kamu hanya berbekal budi nurani
ketika telah sampai pada sebuah tepi"


Simbok telah tiada 
Memandang anakku kini berangkat ngaji
ke masjid ujung perumahan senja hari
Akhirnya kutemukan,
kenapa dahulu Simbok teramat sangat
memintaku tak berhenti ngaji
Walau Simbok sendiri tak bisa ngaji




                         (yogyakarta, februari 2011)
                               :: dharmo-gandoel :: 




" PADA SUNYI "



pada gelap ada sunyi
pada sunyi ada terang
pada terang ada nyata
pada nyata ada ruang
pada ruang ada mimpi
pada mimpi ada waktu
pada waktu ada harap
pada harap ada hidup
pada hidup ada jalan
pada jalan ada akhir
pada akhir ada mati
pada mati ada gelap
pada gelap ada sunyi
kembali pada sejati




                  (yogyakarta, februari 2011)
                        :: dharmo-gandoel ::

" TERIMA KASIH YA MUHAMMAD "





Terima kasih ya Muhammad
Dengan ikhlas engkau kenalkan diri kami
pada Allah Subhannahu Wa Ta'ala
Ruh tunggal tanpa batas ruang dan waktu
Tidak memiliki darah tidak memiliki daging
Tidak beranak tidak pula diperanakkan
Tidak lelaki tidak perempuan
Tidak tergantung dari kelahiran atau pada kematian
Pemilik matahari, bintang, langit serta cakrawala
Raja seluruh manusia yang merajai jagat raya


Terima kasih ya Muhammad
dengan ikhlas kau ajarkan diri kami
tentang para malaikat
Makhluk yang bermuasal dari cahaya
Tidak pernah membantah secara lisan
Tidak mengenal letih tatkala bertasbih
Tidak angkuh walaupun mendapat kemuliaan
Dan Tuhan telah menaruh sebuah kepercayaan
untuk mengawasi juga mencatat
tingkah laku manusia


Terima kasih ya Muhammad
Dengan ikhlas engkau tuntun diri kami
untuk memahami kitabkitab
Agar jasad dan jiwa mampu memahami
Mana ibadah mana menyekutukan
Mana yang halal mana yang haram
Mana kebenaran mana kemungkaran
Mana cinta kasih mana kezaliman
Mana ilmu akhirat mana ilmu pengetahuan
Firmanfirman Tuhan membawa petunjuk kesejatian


Terima kasih ya Muhammad
Dengan ikhlas engkau kabarkan diri kami
kisah mulia dan teladan para Rasul
Yang berkata benar bukan pendusta
Yang menjunjung kejujuran bukan pengkhianat
Yang menepati janji bukan lari dari tanggung jawab
Yang berotak cerdas bukan linglung atau gila
Manusia sempurna yang membawa rahmat manusia


Terima kasih ya Muhammad
Dengan ikhlas engkau ingatkan diri kami
menghadapi hari akhirat
Dimana Allah akan tampak oleh mata
Dimana dibuka lembar perbuatan di dunia
Dimana hukum tegak seadiladilnya
Dimana manusia mendapat hadiah abadi
Menikmati indah surga atau menerima siksa api
Hari yang senantiasa dekat kedatangannya


Terima kasih ya Muhammad
Dengan ikhlas engkau pinta diri kami
menerima baik atau buruk segala takdir
Lauh mahfudz yang memiliki kisah silam
Lauh mahfudz yang mencatat peristiwa sekarang
Lauh mahfudz  yang menyimpan kepastian mendatang
Hidup jangan pernah surut menggapai rembulan
Hati jangan pernah jemu mensyukuri kenyataan
Karena segala takdir menjadi ketentuan Tuhan


Terima kasih ya Muhammad
Terima kasih yang tak terhingga
Maka limpahkanlah ya Allah
Limpahkanlah shalawat dan salam
Kepada junjungan kami paling mulia Muhammad
Rasul hingga akhir jaman
Limpahkan pula kepada keluarga dan para sahabatnya




                         (yogyakarta, 15 februari 2011- 12 rabiul awal 1432 H)
                                                       :: dharmo-gandoel ::

" SAJAKKU "



Meski gelisah menyesakkan dada
Meski gelap malam membutakan mata
Meski udara kosong menjadi harapan


Sajakku tak akan padam oleh dusta


Selama angin membuka kelopak bunga
Selama cahaya pagi hadir di sela daun
Selama tetes embun menantang cuaca


Sajakku tetap setia menyalakan cinta


Sampai hidup tak lagi memiliki nyawa
Sampai matahari mengkhianati rembulan
Sampai jagat meminta kembali segala


Sajakku telah memberi nafas cakrawala


                               (yogyakarta, februari 2011)
                                     :: dharmo-gandoel ::

" MANUSIA "




Karena tak mampu menilai kebodohan diri

Tanpa akal manusia menertawakan manusia

Karena tak pernah mengumpat diri sendiri
Tanpa budi manusia mencaci maki manusia

Karena takut kehilangan harga diri
Tanpa hati manusia menindas manusia

Karena mempertahankan hasrat diri
Tanpa nurani manusia melenyapkan manusia

Akal yang tak memiliki budi
Budi yang jauh dari daya hati
Hati yang tak mencintai nurani
Masih layakkah manusia menyebut dirinya 
manusia ?


                       (yogyakarta, februari 2011)
                             :: dharmo-gandoel :: 
 
Template by Asker Akbar | Powered by Blogger and Rahatewing |

Copyright © 2011 Gallery Sajak Si Kecil - "Dharmo Gandoel" |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.